Anda ingin menjadi peternak puyuh sukses berikutnya?

Hubungi Kami

Alasan kenapa Anda harus berternak

Puyuh Petelur

Tabungan & Investasi

Puyuh Mulai bertelur saat berumur 45 hari, masa produktif sampai 14 bulan, siklus/putaran hasil pendek (Mingguan).

Minim Resiko

Puyuh lebih tahan perubahan cuaca & minim resiko penyakit dibanding unggas lainnya.

Modal Terjangkau

Tidak diperlukan modal besar dan lahan yang luas.

Permintaan Telur Puyuh Tinggi

Konsumsi telur puyuh tinggi di D.I Yogyakarta & Jawa Tengah Selatan.

Afkir Puyuh Banyak Dicari

Daging puyuh diminati pecinta kuliner, permintaan pasar tinggi.

Kotoran Bernilai Ekonomis

Alternatif pakan ikan dan pupuk kandang (crude protein tinggi 28%-Riset IPB).

Profil

Tentang Guyubingmanah

Selamat datang di Paguyuban Peternak Puyuh

GUYUBINGMANAH merupakan paguyuban dan kemitraan puyuh petelur terbesar di D.I. Yogyakarta & Jawa Tengah Selatan yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun membimbing peternak kecil di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi peternak yang mandiri, tangguh dan sukses.


Kami telah mencetak ratusan peternak puyuh sukses, yang kami bimbing mulai dari nol hingga berhasil dari berbagai macam latar belakang profesi, pendidikan, usia yang berbeda.


Dengan bergabung dengan kemitraan kami, Anda akan kami bimbing mulai dari tahap awal hingga BERHASIL, seluruh bibit, pakan sediakan dari pabrikan terpercaya demi hasil yang maksimal.

Selengkapnya

kenapa beternak puyuh
bersama guyubingmanah

Bagi Anda yang masih bingung ingin memulai beternak puyuh segera gabung bersama kami, akan kita bimbing mulai dari tahap awal hingga akhir periode dengan keuntungan :

  • Pendampingan usaha
  • Hasil panen tidak mengikat
  • Bibit puyuh berkualitas, 99,9% betina
  • Pakan berkualitas & diantar sampai lokasi*

Tips

Berita & Artikel

Rubrik

Sosok Inspiratif

KOK BISA EX QATAR PETROLEUM MALAH JADI PETERNAK SUKSES?

Berapa tahun silam Covid-19 menjadi sorotan seluruh dunia. Dirasakan juga oleh salah satu narasumber kita yaitu Bapak Iswanto yang berasal dari Magelang Jawa Tengah. Dampak dari covid-19 tidaklah main-main.

Awalnya Bapak Iswanto adalah seorang pegawai di salah satu perusahaan ternama yaitu Qatar Petroleum di Timur Tengah. Kemudian memutuskan untuk resign pada 2016 karena urusan keluarga. Setelah itu, memutuskan untuk membuka berbagai usaha, namun sayang sekali harus menemui kasus Covid-19 yang membuat usahanya sangat menurun.

Dengan niat & Ikhtiar, Bapak Iswanto memutuskan untuk bergabung dengan Kemitraan kami dengan menjadi peternak puyuh. Telah dirasakan sendiri oleh Bapak Iswanto bahwa beternak puyuh ini sangatlah menguntungkan meski saat Covid-19.

Pasca Covid-19, Peternakan puyuh tetaplah menjadi usaha yang tetap dijalankan Bapak Iswanto karena tetap stabil di pasaran. Sehingga, Bapak Iswanto sangat senang memilih jalan menjadi seorang peternak puyuh.

Berdasarkan kisah Bapak Iswanto diatas, kita dapat memetik pesan moral bahwa apapun yang kita lakukan dengan niat dan bersungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil. Meski dengan memulai usaha dengan caranya masing-masing. Oleh sebab itu, Bapak Iswanto meyakini bahwa semua yang telah dilakukan adalah Qodarullah dan asal dengan niat yang baik

Testimoni

Anggota baru Guyubingmanah

Wiwit gandaria
Alamat : Krikilan, Bayat, Klaten
Pekerjaan : Wiraswasta
Populasi : 2.000 ekor
Alasan Bergabung : Bimbingan dan servis dari kemitraan
BAPAK BUDI RAHARJO
Alamat : Prayan, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Pekerjaan : Vendor/subkon Pertamina
Populasi : 3.000 ekor
Alasan Bergabung : Secara hitungan ternak puyuh menguntungkan, tetangga sudah lebih dulu ikut bergabung

Tim Pendamping

Koordinator Wilayah Guyubingmanah

Sigit -Kebumen
0818-0438-2439

Peternak Update
Populasi (Ekor) Update
Profit /Minggu Update

Nanang -Kulon Progo
0878-3828-8820

Peternak Update
Populasi (Ekor) Update
Profit /Minggu Update

Riyanto -Sleman
0813-2715-4652

Peternak Update
Populasi (Ekor) Update
Profit /Minggu Update

Jangan Ragu, Gabung Segera!

Informasi lebih lanjut tentang Guyubingmanah,
silahkan hubungi kami

0813 2881 8656

Hubungi Kami